28 March 2016

Langit Ternyata Begitu Luas

Merpati Putih terus terbang.
Hingga ia menghampiri seekor ayam untuk menyampaikan kabar gembira.
Tak percaya si ayam kalau merpati telah terbang begitu jauh dan tinggi.
Mungkin disana ketinggian langit dia temui sesuatu.
Yang mungkin begitu indahnya.


Memang, merpati putih telah terbang begitu jauh, hingga ia temui merpati-putih.

27 March 2016

Tempat Bagus

Jumat kemarin adalah hari libur nasional. Bagi kami yang menganut sistem 5 hari dalam 1 minggu, libur ini menjadi liburan istimewa bagi kami. Belum tentu sebulan sekali bisa libur 3 hari. Kamis siang masku bilang kalau mau pulang dan mampir Semarang. Aku pun ikut pulang ke rumah pada hari Jumat pagi. Perjalanan pulang menuju rumah ditempuh dengan cepat dan kami pun segera sampai rumah. Hal biasa namun sangat mengayikan adalah bertemu Adikku. Dia selalu cuek saja, hahaha sudah kelas 2 SMP tapi tetap saja bikin gemas.

Mode malas ala anak muda menghinggapi kami semua hingga akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan melihat film baru di kota. Fuhh.. entah kenapa aku ga nyaman di Mall. Walaupun adem, bersihj, banyak yang bening-bening, dsb. Tapi aku merasa ini bukan lingkunganku. Ada bisikan bisikan negatif yang membisikiku, "Lihat tuh cewek-cewek tak bermoral", "Lihat tuh orang-orang kaya membuang uang","Apa kata orang tua mereka kalau melihat mereka seperti itu? cih.".... Padahal aku tidak mesti sebaik mereka. Hanya saja berbagai prasangka negatif tergiang-ngiang ditelingaku ketika berada disini. Usai menonton film tersebut, kamilangusng menuju parkiran tanpa mapir-mampir. Setelah itu pulang ke rumah.

Hari ini aku belajar banyak hal. Salah satunya untuk lebih easy going aja. Jangan terlalu memilih milih tempat tinggalmu, tapi jangan pula mudah terpengaruh oleh sekitarmu. Tetap pada pendirianmu dan tetaplah melangkah. Oke, salam. :)

21 March 2016

Earth Hour?

Sabtu 19 Maret 2016 kemarin adalah pelaksanaan Earth Hour 2016. Sudah tau kan apa itu Earth Hour? Sekilas aja, Earth hour adalah grassroot movement secara masal untuk melindungi planet ini dan dikoordinasikan oleh WWF. Sejarahnya dulu Earth Hour dimulai di Sydney, Australia pada tahun 2007. Sejak saat itu gerakan ini meluas di ribuat kota besar dari berbagai negara. Earth Hour tahun ini dilaksanakan pada 19 Maret 2016 antara pukul 20.30-21.30 di zona waktu masing masing dengan cara mematikan lampu yang tidak terlalu penting untuk dinyalakan. Gerakan ini hanya meminta untuk mematikan yang kurang perlu saja, fasilitas publik tetap boleh dioperasikan tentunya.

19 March 2016

Separuh Hari Bersamanya

Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya aku bisa juga bertemu langsung. Jadi hari ini aku diajak jenguk tetangganya di PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Setelah itu jemput adiknya, Salsa, di SMP 1. Sepanjang jalan, ku lihat banyak tempat-tempat dan jalan-jalan yang membuatku bernostalgia. Betapa beruntungnya aku saat ini. Betapa beruntungnya aku mengenalnya. Tidak banyak hal yang berubah darinya. Teruslah terbang tinggi.

Terima kasih. :)

07 March 2016

Untuk Para Adik Banteng

Selamat adik-adikku yang telah menjadi bagian dari kami.

Kalian kuat, telah berhasil menahan kerasnya perjalanan
Kalian berani, berani memperjuangkan kemanusiaan kalian.
Kalian mandiri, tegar melewati kesunyian dan keputusasaan.

Ketahuilah satu hal, di sini kalian tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali kalian berusaha dengan kedua tangan dan pikiran kalian. Menjadi seperti sekarang bukanlah hal yang luar biasa, tetapi adalah capaian dari bagian perjalanan hidup kalian. Jangan berhenti disini atau kapanpun. Teruslah kuat, berani dan mandiri seperti sekarang. Jangan biarkan kalian kalah oleh waktu.

Kesadaran kalian sudah teruji, tinggal melangkah dan terus melangkah seperti hal yang pernah kalian lewati kemarin.

24 February 2016

Dia Yang Merindukan Lukisan-Mu di Langit Utara

Bertemu dan terpisahkan....
Begitulah setiap yang hidup pasti alami
Pertemuan yang selalu tidak terduga olehku
Kau datang seakan-akan tau apa yang terjadi di dalam diriku 

Mungkinkah Kau beri dia penglihatan
Mungkinkah Kau buat dia merasakan yang aku rasakan
Entah...
Aku bersyukur menemui salah satu tokoh cerita yang lama hilang
Suara yang lama tak terdengar
Andai diriku bisa menjaga diri
Tentu tak kan seperti ini
dia yang merindukan lukisan-Mu di langit utara

23 February 2016

Perjalanan Baru Saja Dimulai

Perjalanan babak baru ini coba aku tuliskan dengan sedikit mengulas periode awal kegiatanku.

Awal masuk ke Universitas D aku belum ada niat untuk mengikuti Mapala. Dengan sedikit berusaha dan ditambah rasa penasaran terhadap apa sih Mapala, akhirnya ku tau sebuah Mapala W di sini. Sudah lebih dari 2 tahun sejak pertama kali aku bertemu dengan Mbak Upik. Dia lah salah satu orang yang memotivasiku untuk menjadi sekarang ini. Kesan pertamaku dia mirip dengan teman SMA ku yang begitu luar biasa, AYP. Entah kenapa itulah yang mendorongku sampai sekarang ini.

21 February 2016

Kabar Baik dari Saudaraku

Embun pagi belum benar-benar hilang dari pandangan
Namun sudah kupacu kencang sepeda motorku menerjangnya
untuk sampai di tempat yang semoga nanti menjadi ladangku bersamanya

Aku duduk sembari membuka satu persatu pesan yang ku terima semalam
ya, karena sepert biasa aku tak rajin dalam hal komunikasi
Aku berhenti sejenak dan ingatan melayang jauh entah kemana

17 February 2016

Ada Siapa di Balik Sana

Setiap hari orang tidak lepas dari penggunaan listrik. Hampir setiap saat pula listrik dibangkitkan. Tetapi apakah kita pernah berpikir dibalik itu semua sebenarnya siapa yang menjadikan listrik dapat sampai pada kita?

Di Jawa Tengah ini ada banyak pembangkit yang terhubung dalam suatu sistem. Pembangkit tersebut saling menjaga keseimbangan sistem. Selain dari pembangkit Jawa Tengah, Sistem Jateng DIY juga memasok dari luar Jateng DIY.

15 February 2016

Kecempung di Proses Wapeala #2 (Diving)

Hampir saja aku tidak berangkat mengikuti kegiatan ini karena terlambat. Huft akhirnya semua siap juga, oke aku dan Bece segera menuju PKM  Joglo. MAlam itu materi kami diuji. Kami berenam semua laki-laki, untunglah ada Bece yang paham materi. Selesai sesi materi yang sedikit tegang, kami istirahat dengan sedikit persaan waswas.

Pagi-pagi seperti biasa kami olahraga ringan, lari memutar Boulevard UNDIP Pleburan dan sedikit penguatan. Setelah sarapan kami meluncur menuju Lokasi penyeberangan sekaligus sholat Jumat. Sayang sekali cuaca tidak mendukung. epatuku pun menjadi kolam air karena saat Sholat Jumat, tiba-tiba air hujan turun deras. Usai Sholat Jumat barulah memulai menyeberang dan berlatih.

(to be continued....)

07 January 2016

Pekan Pertama Tahun 2016


Sepekan telah berlalu, berbagai hal baru juga terjadi di tahun ini. Awal tahun ini sudah berjala 7 hari. Hal-hal baru yang aku dapatkan pada awal tahun ini harus disyukuri apapun itu. Ya karena masih banyak kebiasaan buruk di tahun sebelumnya yang masih menggendoli langkah kakiku. Target-target awal tahun dan akhir tahun pun belum terlunasi. Sedikit yang akan aku tuliskan, agar membuatku lebih mensyukuri anugerah yang sangat melimpah ini.

Pertama dari hal keimanan, diawal tahun ini secara kebetulan aku membaca sebuah kisah nyata yang membuatku tertampar, mengingat berbagai kegagalanku di tahun 2015 lalu. Isi dari kisah tersebut mengingatkanku akan waktu ibadah. Aku pun berusaha lebih mentertibkan waktu ibadahku. Bagaimanapun juga Dia lah yang harus kita dahulukan. Karena apapun di Dunia ini adalah miliknya.

Kedua dari hal organisasi, angin segar kembali memberi semangat bagi kami. Pada tahun ini kami dapat meminta cabang saluran pesawat telepon untuk kegiatan Siaga SAR. Usulan rencana kampus konservasi sebgai penunjang riset pun ditanggapi positif. Satu lagi yang tidak kalah  penting adalah didukungnya saran prasarana pendukung kegiatan kami. Sekali lagi Alhamdulillah.

04 January 2016

Sri Lestari Ningsih

22 Desember (Hari Ibu)


Sri Lestari Ningsih (52)
Sudah 21 Tahun lewat 18 Hari aku terlahir di dunia ini. Semua itu tidak terlepas dari peran ibuku. Beliau adalah lahir di Klaten, 3 April 1963. Ibuku anak ke 5 dari  bersaudara. Lahir dari ayah Alm.Moh Idris, seorang ulama di daerah tempat tinggal beliau, dan ibu bernama Sutarmi, seorang pembatik sekaligus juragan batik pada masa kejayaannya dulu. Namun, sekarang Nenek tinggal sendiri. Nenek memanggil ibu ku dengan panggilan "Lestari", Kakak ibuku dengan panggilan "Markamah", dan Adik ibuku dengan panggilan "Atun". Karena mereka adalah anak perempuan Nenek, maka merekalah yang paling sering dipanggil nenek untuk pelbagai keperluan. Sampai-sampai Nenek ketika memanggil salah satu dari mereka pasti kebalik-balik, kadang manggil ibu tapi semuanya disebut, "Mar, Tun, Les." Begitu juga dengan ibu, ibu juga sering manggil aku, Mas Wahyu, dan Dek Agung, dengan gaya Nenek. "Nu, Yu, Gung", begitulah ibu dan nenekku.

29 November 2015

Simulasi Pengenalan Medan Calon Masa Bhakti Wapeala UNDIP Lapis 32


Sabtu 28 November 2015
Simulasi iini adalah pembelajaran bagi CMB sekaligus Anggota Biasa Wapeala dalam menyiapkan Pengenalan Medan minggu depan. Bagi kami anggota biasa, penerimaan anggota menjadi suatu rangkaian kegiatan yang istimewa. Karena kami bertemu wajah wajah segar Wapeala yang siap untuk bergabung dalam keluarga besar Wapeala UNDIP. Wapeala UNDIP tercinta. Kembali ke simulasi, jadi pada hari Sabtu ini kami melakukan simulasi pertama dengan membimbing dan mengarahkan CMB unutk dapat mempraktekkan materi yang disampaikan. 4 aspek utama pencinta alam, yaitu Survival, Navigasi Darat, mounteneering serta MFR.
Menjadi bagian dari proses adik adik lapis 32 merupakan keasyikan tersendiri bagi kami yang aktif pada proker-proker non penerimaan anggota pada periode ini. Bukan hanya memberi semangat baru bagi kami namun juga membuat kami bahagia. Hal itu yang sulit kami dapatkan pada proker-proker sebelumnya.
Setelah semua materi tersampaikan, tak lupa kami  mengevaluasi jalannya kegiatan agar besok pada simulasi kedua tidak ada lagi kebingunan. Itulah yang kami harapkan, memiliki adik adik yang lebih pintar dari kami. Tak asal sekedar lebih pintar, namun kepintaran itu muncul karena kepercayaan mereka terhadap kami yang tulus mem berikan ilmu kami kepada adik-adik kami.

Minggu 29 November 2015
Melanjutkan simulasi sebelumnya, hari ini ibarat ujian final bagi CMB. Setelah melewati pemeriksaan, olahraga, 4 materi dasar serta simulasi pertama, CMB diminta mepaktekkannya dalam perjalanan pendek dalam sebuah tim yang dikoordinasi oleh satu orang. Mereka diberikan 3 titik dan tiga studi kasus yang harus mereka temukan dan pecahkan solusinya. Bukan hal yang terlalu mudah dan bukan juga hal yang terlalu sulit.
Dalam simulasi ini, mereka dibagi dalam 5 kelompok kecil yang masing masing bernama, Beruang madu, Bekantan, Pesut mahakam, Pacet serta Komodo. Masing kelompok didampingi anggota yang hanya mengikuti mereka saja. Dengan strategi mereka masing-masing, satu per satu pos dilewati. Hampir semua kelompok menyelesaikan, ada juga yang masih sering nyasar-nyasar. 
Korban tidak sadarkan diri.

Simulasi kedua ini lebih cepat dari yang pertama, semua CMB memilii peran masing-masing dikelompoknya. Setelah evaluasi banyak sekali cerita-cerita unik yang bisa membuat kita tertawa dan menyadari kesalahan-kesalahan kami. Diakhir evaluasi diumumkan nominasi terbaik. Untuk Pos 1 dimenangkan oleh Kelompok Pesut, Pos 2 dimenangkan oleh kelompok Pacet, Pos 3 dimenangkan kelompok  Bekantan, serta di bidang navigasi dimenagkan oleh kelompok Bekantan lagi.
Begitulah cerita singkat saya selaku bagian dari langkah Wapeala UNDIP.   

21 November 2015

Pernyataan Sikap Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia

Berdasarkan permasalahan lingkungan yang terjadi diberbagai wilayah Indonesia, maka kami sebagai mahasiswa pencinta alam (MAPALA) tingkat perguruan tinggi se-Indonesia, dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut :
  1. Menolak segala bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia.
  2. Menolak segala bentuk pencemaranterhadap udara, air dan tanah.
  3. Menolak alih fungsi hutan yang berdampak pada kerusakan lingkungan.
  4. Menolak pengrusakan hutan.
  5. Menolak eksploitasi terhadap jenis flora dan fauna dilindungi.
  6. Menolak segala bentuk aktivitas yang merusak kawasan karst.
  7. Menolak segala bentuk perusakan daerah pesisir.
Demikian pernyataan sikap yang kami buat atas dasar Musyawarah Mufakat Temu Wicara - TWKM XXVI Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia di Provinsi Lampung. (Desember 2014)


Dikutip dari :
KEPUTUSAN TEMU WICARA
TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN (TWKM) XXVI
MAHASISWA PENCINTA ALAM TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA
Nomor : 014/KEP/SID.PLENO II/TWKM-XXVI/XII/2014

Akhirnya Aku Mengerti Arti Pentingya Persiapan

Menjadi Mapala merupakan suatu hal yang istimewa menurut sebagian orang. Namun menurutku menjadi Mapala lebih dari itu.
Wapeala UNDIP aku datangi dengan penuh semangat dengan berbagai kegiatan MABA Teknik D3 Elektro yang cukup padat. Semester awal adalah masa orientasi dengan kampus ini. Kuikuti latihan basket 2x seminggu setiap malam waktu itu. Dan sorenya olahraga cmb Wapeala lapis 31 3x seminggu. Tak jarang setelah larut malam aku datangi sekretariat Wapeala di Pleburan (waktu itu) untuk menyusul materi atau hanya sekedar berkumpul dengan sesama cmb.
Melewati beberapa proses yang panjang dan hanya satu peganganku waktu itu, jadwal kegiatan. Memasuki BTKK Diving (sistem penerimaan lapis 30), kesibukan kampus tak terelakkan. Sebisa mungkin aku ikuti semua materi dan simulasi hingga cap "cah wapeala" mulai melekat didiriku, teman kuliah semua mulai mengikuti label tersebut. Aku hanya berpikir itu sebuah kebanggaan. Namun, kenyataan bahwa persiapan adalah segalanya baru aku rasakan setelah itu. Aku yang hanya mengikuti simulasi satu kali, materi satu kali dan renang gaya katak seadanya (waktu itu masih ada toleransi untuk berangkat ke lapangan) merasa sangat kewalahan ketika dilapangan. Badan serasa sangat sulit menyesuaikan diri. Disitulah aku mulai merasakan pentingnya olahraga (persiapan fisik) dan persiapan materi.

Itulah mengapa kita harus selalu menekankan safety procedure.