2014, mungkin sebelum itu, 2010. Disaat sudah matang akal ini, disaat muncul pertanyaan besar dikepala ini, apa itu memaknai hidup? Apa harus berada dititik antara hidup atau mati? Kenapa tidak kucari tau? Kenapa tidak kucoba nerada dititik itu? Atau hanya perlu melangkah menuju titik itu? Dengan cara apa? Tapi untuk apa? Pertanyaan yang tak pernah bisa kujawab, hingga akhirnya aku menyeretnya menjawab pertanyaanku, tidak, dia tidak kembali, karena aku? Iya, pasti. Air bah itu tidak datang tanpa peringatan. Hanya aku yang lemah dan tak berdaya, bahkan aku tak berani mengejarnya ketika dia melewatiku. Dia perempuan yang menjawab pertanyaan bodohku di 2014.
Walaupun hidupku tidak akan pernah seindah tulisanku ini, aku akan tetap bersyukur masih diberikan hidup sampai saat ini.
21 May 2026
Cukup
Sepertinya perlu sedikit menulis kembali. Bagiku, mungkin menulis disini seperti melukis. Tak perlu jelas, tak perlu konfirmasi, hanya menumpahkan cat pada kanvas. Tidak perlu bagus, tidak perlu realism, dan tidak perlu dialog. Hanya pesan searah yang dimaknai bebas. Minim ekspos, hanya catatan jejak yang ingin tetap ada. Pelupa, mungkin iya, mungkin juga coretan itu sudah tertumpuk karena terbatasnya kanvas. Kanvas kecil ini, tidak akan muat menyimpan semuanya. Gambar yang telah tertimpa, akan terlupakan. Sampai saat terlalu banyak yang ingin ku tetap ada di kanvas ini, karena harus tetap kujaga, hingga akhirnya kuas ini berhenti melukis. Hanya ini yang perlu kulakukan, memindahkan lukisan itu ke dalam tulisan disini. Akan kulukis semuanya, walaupun setebal apapun cat dikanvas ini. Suatu saat hanya disini kalian bisa menemukanku.
Subscribe to:
Posts (Atom)