Setiap hari orang tidak lepas dari penggunaan listrik. Hampir setiap saat pula listrik dibangkitkan. Tetapi apakah kita pernah berpikir dibalik itu semua sebenarnya siapa yang menjadikan listrik dapat sampai pada kita?
Di Jawa Tengah ini ada banyak pembangkit yang terhubung dalam suatu sistem. Pembangkit tersebut saling menjaga keseimbangan sistem. Selain dari pembangkit Jawa Tengah, Sistem Jateng DIY juga memasok dari luar Jateng DIY.
Sistem Jateng DIY merupakan bagian dari Interkoneksi Jawa-Bali-Madura, saat ini dipegang oleh anak perusahaan PT. PLN, yaitu PT. P2B Jawa Bali. Untuk mengatur kelistrikannya, P2B membawahi 5 Area Pengaturan Beban (APB). APB DKI, APB JABAR, APB JATENG, APB JATIM, dan APB BALI.
Memang APB mengatur dengan cara apa?
Sebelum mengetahui pengaturan APB, kita perlu mengetahui secara luas dulu. JCC adalah Induk pengaturan transmisi penyaluran ekstra tinggi (500 kV) yang terinterkoneksi se-Jawa Bali. Dibawah JCC terdapat pengaturan transmisi saluran tegangan tinggi (150 kV) yang kita sebut APB. APB membawahi pengturan distribusi tegangan menengah (20 kV) yitu Area Pengaturan Disitribusi APD.
Okey sudah mulai mengerti kan? Selanjutnya kita cari tau jawaban pertanyaan diatas tadi.
APB merupakan Unit yang mengatur penyaluran dan pembangkitan. Dalam pelaksanaannya APB juga mengatur jadwal semua pekerjaan di wilayah tersebut sesuai perencanaan dan waktu yang ada. Semua perencanaan harus disetujui dahulu sebelum dilaksanakan. Perencanaan di APB di bagi menjadi 4, ROT (tahunan), ROB (Bulanan), ROM (Mingguan), dan ROH (Harian). APB menggunakan bantuan Program DigSILENT untuk membantu pekerjaannya. Sehingga dapat menganalisa kemampuan sistem terhadap beban yang ada. Nah, oke cukup membuat pusing ya? Hahaha.
Setelah direncanakan sampai perencanaan harian, APB menyerahkan eksekusi real time kepada Dispatcher. Mereka selalu standby untuk melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan. Dispatcher APB nanti memberi arahan pada APD dan Dispatcher APD tentang pekerjaan yang kira-kira butuh bantuan distribusi, seperti pengurangan beban atau sebagainya. Jadi jika listrik padam, jangan selalu menyalahkan PLN, karena kelistrikan di Jateng tidak selalu bebas gangguan. Nah, nantinya ketika butuh mengurangi beban sistem, maka APD akan melakukan pemadaman bergiliran.
No comments:
Post a Comment