21 November 2015

Menyapa Negeriku



PENDAPAT DAN IMPIANMU TENTANG PENDIDIKAN INDONESIA :
RAPBN Kemendikbud anggaran tahun 2015 bukanlah jumlah yang sedikit. Tahun 2015 ini anggaran unutk pendidikan mencapai 52 Triliun. Sayangnya masih banyak daerah di negeri ini yang belum mengenyam pendidikan dengan pantas. Pendidikan masih belum merata di semua daerah. Terutama daerah-daerah yang sulit dicapai dengan transportasi darat. Sebagai contoh di daerah Ugimba kabupaten Intan Jaya yang dihuni sekitar 1600 jiwa, masih belum terdapat sekolah dasar yang memadai.
Di Tahun 2015 ini pendidikan merupakan kebutuhan primer. Baik itu pendidikan formal maupun nonformal. Namun tak jarang orang tua yang kurang menyadari hal tersebut. Hal ini terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia. Bahkan di kota besar sekalipun. Sebagai kebutuhan pokok, sudah selayaknya pendidikan menjadi prioritas utama. Pendidikan hanya sebagai pelengkap ijazah saja. Jadi, masyarakat Indonesia masih kurang sadar pendidikan.
                “Tuntutlah ilmudari buaian  sampai ke liang lahat”, Kata Rosulullah. Pendidikan tidak hanya hanya pendidikan formal (TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan Perguruan Tinggi), melainkan ada juga pendidikan non formal (Kursus, Training, dll), pendidikan karakter, pendidikan sosial/bermasyarakat, pendidikan keluarga, pendidikan agama, dan lain sebagainya. Namun kondisi sekarang malah merujuk pada status jenjang pendidikan saja.
                Orang Indonesia bukanlah orang bodoh. Terbukti dengan prestasi-prestasi Olimpiade Sains Internasional yang selalu dipegang oleh saudara-saudara kita. Namun ketika usai pendidikan, banyak dari prang Indonesia yang keluar negeri. Hal itu dikarenakan Indonesia belum bisa memfasilitasi pengembangan bidang keilmuan.
Melihat semua warga negara Indonesia mengenyam pendidikan yang layak, tanpa deskriminasi, dan merata adalah harapanku dari dulu. Suatu saat nanti rakyat Indonesia harus haus akan ilmu dan pendidikan di Indoensia juga harus mendukung hal tersebut. Sebagai makhluk ciptaan-Nya, kita tidak bisa lepas oleh makhluk lainnya. Seperti flora, fauna, hutan, sungai, danau, laut dan semua isi alam ini. Indonesia harus pintar, tetapi tidak untuk disalahgunakan. Oleh karena itu perlu konsep baru dalam pendidikan, yaitu pendidikan berbasis alam. Satu hal lagi harapan saya adalah melihat pendidikan di Indoensia tidak hanya teori saja, diimbangi penelitian dan praktek. Agar semakin banyak Habibi-Habibi muda di Indonesia ini.
JIKA KAMU TERPILIH INPIRASI APA YANG AKAN KAMU BAGIKAN :
Di Universitas saya tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam. Di sini saya belajar banyak dari lingkungan, alam dan manusiannya. Oleh karena itu saya ingin berbagi cerita-cerita saya tentang hal tersebut. Beberapa yang  saya dapatkan dan ingin saya bagikan di saudara-saudara saya di daerah adalah budaya membaca, budaya menulis, dan budaya peduli lingkungan.
CERITAKAN SINGKAT TENTANG PENGALAMAN ANDA MENGUNJUNGI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA :
Saya terlahir di desa Krakitan Klaten. Disana banyak masyarakat yang membatik, bercocok tanam, berdagang dan tak sedikit juga yang merantau di Jakarta. Setiap moment lebaran menjadi kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Semua orang mempersiapkan lebaran. Semua orang berkumpul. Banyak pejabat-pejabat dari kota-kota besar yang pulang ke kampung halaman kecil ini. Rawa di sana menjadi hiburan tersendiri bagi warga. Desa itu telah mengenyam pendidikan Islam dan baca tulis islam dari sebelum mengenal tulisan alfabet. Pendidikan disana dilakukan di rumah kakekku setiap sore hari. Mulai dari mengaji, membaca, membatik sampai berbagai hal lain. Sebagai hasilnya banyak warga yang telah hidup mapan sekarang.
Ketika saya mendaki gunung, menyusur sungai, memasuki goa, memanjat tebing atau menyelam pasti melewati sebuah desa terakhir. Hampir setiap desa yang saya lalui masih banyak yang berumah kayu. Disana pun jauh dari sekolah. Akses menuju kesana juga terkadang susah. Dari segi pendidikan dan ekonomi masih relatif kurang. Sangat terasa sekali keihklasan mereka menerima tamu dari mahasiswa. Pernah beberapa kali mengadakan pengabdian disana.
Sewaktu Mahasiswa Baru, saya juga ikut serta dalam Bhakti Sosial di Desa Sangup, lereng Gunung Merapi. Kami mengadakan hiburan rakyat, pemasangan lampu jalan, pakaian murah, seminar, mengajar siswa SD, dan pembagian sembako. Masyarakat disana menerima kehadiran kami dengan hangat.

05 November 2015

Menanamkan Sadar Pendidikan

Sebagai Mahasiswa yang mengenyam pendidikan tinggi, memahami arti sebuah pendidikan merupakan sesuatu yang sudah megalir dalam diri kami. Belajar dan menerapkan ilmunya di "mini dunia kerja" menjadi salah satu dari proses kami menjadi penerus bangsa ini. Tidak bisa tidak, disini kami belajar dan berorganisasi. Manajemen orang dari tingkat terendah hingga bahkan antar negara. Itulah yang kami rasakan ketika menjadi bagian dari proses kemajuan bangsa ini sebagai mahasiswa. Diluar sana tidak semua bisa seberuntung kami.

Salah satu kewajiban moril kami yaitu menanamkan pentingnya pendidikan pada warga negara ini. Setelah memahami pentingnya pendidikan harapan kami adalah semakin banyak yang selalu ingin belajar dan terlibat dalam memutar roda Indonesia. Kami hanyalah sebagian kecil dari bangsa besar ini. Tidak bisa dipungkiri kami membutuhkan semakin banyak orang untuk bisa memajukan Indonesia ini.

Kemajuan yang mengarah pada Mentalitas yang kuat, Karakter yang mandiri, Inovatif dan Kreatif. Percuma mengenyam pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi namun tidak memiliki itu semua.

Mewujudkan itu semua kami mahasiswa aktivis Universitas selalu mengupayakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain menjadi bekal kami di dunia kerja sesungguhnya, juga meningkatkan kehidupan masyarakat yang lebih mapan.

23 August 2015

Rescue Ayam


Jumat, 14 Agustus 2015
Setelah selesai Packing pakaian dan peralatan yang akan dibawa aku langsung eluncur menuju ke PKM Joglo. Di tengah perjalanan mata terasa sangat berat. Walhasil, di jalan sebelum Taman Diponegoro aku jatuh. Criiitt... GUBRAK!. Waktu menunjukan pukul 11.35. Setelah Jumatan aku menuju ke PKM dijemput Srikandi Srikandi Wapeala.
Sampai PKM sebagian konsumsi dan peralatan telah dipacking. Namun karena beberapa hal Packingnya selesai jam 5 sore lebih. Semua barang dibwa menggunkan motor menuju Sukun. Tidak ada yang tertinggal, kami sampai Sukun sekitar pukul 6 sore. Semua armada bus Semarang – Magelang telah berangkat. Akhirnya kami putuskan untuk menunggu besok pagi jam 2. Setelah tawar menawar akhirnya kami mendapat carteran Daihatsu sampai lokasi seharga 300 ribu rupiah. Waktu menunjukan pukul 10 malam tepat. Aenun, Dewi, DJ, Rima dan Aku naik angkot. Saad dan Edy pakai motor.
Sampai sana kami meminta izin kepada kepala RW 10, Pak Zen. Beliau memperbolehkan tapi harus menghubungi kepalah RW 11 dahulu. Karena sudah terlalu malam, kami langsung menuju lokasi Camp di Pinggir Jeram Kedung Celeng.
Semua barang ditaruh digubuk dan langsung mendirikan Camp.
Evaluasi : Saat persiapan jangan disambi gojekan.
Sabtu, 15 Agustus 2015
 Pagi hari bangun dan Subuh. Setelah itu aku mengambil air karena yang lain belum bangun. Baru setelah itu yang lain bangun dan menyiapkan sarapan. Aku dan Saad pinjam 3 dayung di Kaling Kalih sekaligus Izin ke Pak RW. Edy dan yang lain meyiapkan air dan sarapan.
Selesai sarapan aku kami pemanasan dan lari sebelum turun ke Sungai. Karena kesiangan, materi pun juga molor. Materi pagi ini adalah membaca Sungai. Setelah itu Renang Jeram sekaligus Renang Aktif. Aenun pertama, namun masih belum lancar dan harus mengulang. Setelah itu Edy, Rima, Saad, DJ, dan Dewi. Semua harus mengulang kecuali Edy dan Saad. Setelah mengulang Aenun belum juga lancar, jadi harus mengulang lagi. DJ yang awalnya sudah baik malah menjadi kurang lancar untuk yang kedua. DJ sedikit cidera di kaki karena salah posisi di Jeram.
Waktu tersisa 1 jam sebelum istirahat, semua dimaksimalkan untuk Upstream. Setelah itu istirahat. Usai istirahat latihan self rescue naik perahu terbalik dan mendayung posisi perahu terbalik. Juga bolak balik perahu. Latihan hari ini ditutup dengan latihan Skipper dan Upstream.
 Latihan selesai jam setengah 5, molor 1 jam. Setelah latihan kami mandi dan menyiapkan makan malam. Usai makan malam Evaluasi. Setelah itu tidur.
 Evaluasi :
Bangun Kesiangan
Istirahat dan pergantian Sholat terlalu lama
Minggu, 16 Agustus 2015
Hari ini ada yang berbeda dari hari sebelumnya. Karena ada Mbak Dian dan Teteh yang menyusul ke Camp. Nggak Cuma nyusul tapi juga bawa makanan. Hahaha. Lagi lagi kami kesiangan. Setelah hampir selesai masak Mbak Dian dan Teteh sampai di Camp.
Tak lama setelah itu kami sarapan dan langsung bersiap di tepi Sungai. Usai pemanasan kami me-rescue ayam yang terjebak di Eddies. Ada sebanyak 4 bangkai busuk ayam disana. 3 dihanyutkan 1 dibuang ditepi jauh sungai. Misi Rescue selesai, lanjut ke materi utama.
Materi pertama hari ini adalah Renang Jeram dan Rescue. Ditengah renang jeram, ada perahu operator yang terangkut dan penumpang terjebak ditengah jeram. Cukup memakan waktu untuk membantu mereka. Setelah itu dilanjutkan renang jeram. Setelah itu rescue. Rescue disini rescue swimmer tidak sadarkan diri. Semua cukup lancar hanya 2 saja yang terbawa arus. Setelah usai, kami latihan Upstream lagi sampai semua merata.
Sekarang waktunya istirahat. Waktu istirahat kali ini ada yang spesial karena Mbak Dian bawa kue Tart Ulang Tahunnya Aenun. Usai makan makan kami Sholat dan Mkan siang. Sebelum mengarung, kami latihan team rescue dengan meleai jeram posisi perahu terbalik.
Karena lancar, kami lanjutkan perjalanan menuju jeram kriting. Aku sebagai skipper pertama. Selanjutnya bergantian. Sebelum melewati jeram kriting. Kami Scouting darat tanpa tim rescue. Setelah menentukan jalur, kami kembali ke Sungai dan melewati jeram dengan lancar, hanya saja sedikit terhambat oleh pillow pillow dan stopper kecil. Tak lam kemudian kami sampai jeram istirahat. Edy, Saad, Dj, dan Rima diturunkan sebelum jeram istirahat. Meraka harus renang jeram melewati jeram istirahat. Satu persatu melewati dengan lancar, dari Edy, DJ, Rima dan terakhir Saad. Tak ada yang perlu direscue.
Di lokasi istirahat, makan siang serta foto foto. ditraktir degan juga dari Aenun. Ahahaha. Tak banyak istirahat kami langsung melanjutkan perjalanan munuju Finish. Baru satu jeram pun belum usai kami nyangkut di stopper besar yang membelah mainstream. Perahu meleot hampir terbalik, aku dan Dewi naik keatas batu. Aenun jatuh, saat jatuh narik Saad, Saad nyangkut di perahu beberapa detik kepalanya tenggelam. Melihat itu Edy langsung njeburin Saad. DJ jatuh dan hampir terjepit, untung perahu langsung memutar dan melewati Stopper. Aku dan Dewi berenang ketepi. Setelah itu kami evaluasi sebentar. Setelah evaluasi Skipper tetap Aenun dan kami melanjutkan pengarungan. Setelah itu kesempatan DJ menjajal posisi Skipper di Sungai sebenarnya. Hampir sampai Bottle Neck Edy jadi Skipper sampai Finish. Di Finish Teteh dan Mbak Dian sudah menunggu. Karena airnya sedang surut, perahu terhambat di jeram terakhir.
Cukup lama menunggu mobil untuk kembali ke Start. Sampai sekitar 45 menitan. Setelah itu perahu dibawa sampai ke Start Point. Kondisi di Start Point sudah gelap jadi kami mengandalkan senter untuk manuver. Hanya 4 jeram yang kita lalui termasuk Kedung Celeng, setealh itu menepi dan aktivitas camp sekitar pukul 7 malam. Cewe cewe mandi di Masjid, aku dan Edy bilas di Sungai. Makan, evaluasi dan tidur. Makan malam ini pun sedikit sekali menunya. Karena beras dan spritus menipis.
Senin, 17 Agustus 2015
Hari ini hari terakhir training Rafting. Sesuai kesepakatan kami bangun jam setengah 5, namun kenyataanya molor. Sehingga banyak waktu yang terbuang. Kami segera bagi tugas, ada yang packing peralatan ada yang masak ada yang mepersiapkan tungku. Menu makanan pagi ini adalah penghabisan menu kemaren yang tidak termasak. Dengan spritus seadanya dibantu dengan tungku kayu akhirnya jadilah Nasi, Tempe goreng, Telur Dadar Tepung, Sambel Goreng, Tempe Oseng sertaTumis Brokoli. Nasi yang tinggal sedikit menjadikan pagi ini sarapannya lauk nasi. Sarapannya semakin meraih dengan makan bersama diatas daun pisang. Usai makan langsung cuci alat masak, dan packing alat masak. Semua alat dan tas yang tidak dibawa kami titipkan di Warga.
Perahu kami bawa turun dan pemasanan dahulu di pinggir Sungai. Usai pemanasan sekitar pukul 9 Pagi. Jam 9 kami pemanasan dayungan dan refresh materi Skipper terutama untuk Rima dan DJ. Seperti biasa, memutari flat serta Upstream dan Ferrying. Sebelum mengarung mereka harus melakukan Latihan Team Rescue. Kali ini aku hanya mengawasi. Hasilnya pun kurang lancar. Awalnya para swimmer terbawa mendahului perahu, kedua skipper tidak langsung mengarahkan perahu, ketiga Perahu nyangkut di jeram, Keempat DJ terjatuh, Kelima Swimmer terbawa arus sehingga melewati batas. Setelah evaluasi singkat, kami melanjutkan pengarungan.
Sekitar pukul 10 Pegarungan di mulai. Pengarungan ini diawali dengan mount gopro yang lepas. Menyesal juga karena kurang hati hati. Di Pengarungan ini juga aku membawa GPS untuk men-track jalur serta jeram (titik mula jeram hingga akhir jeram, gunanya untuk menentukan elevasi/kemiringan jeram). Pada pengarungan ini kaptennya adalah Saad. Sebagai kapten pengarungan kali ini dia berhak memnetukan skipper dan posisi pendayung. Pangarungan ini pun aku hanya menumpang duduk saja, kesempatan bagi yang lain untuk saling belajar. Di awal, pengarungannya lancar hingga jeram istirahat. Sampai jeram istirahat kami masih belum terlalu lelah, akhirnya kami putuskan melanjutkan perjalanan. Satu satu mecoba menjadi pendayung depan, mencicipi posisi kanan dan kiri, maupun sebagai skipper. Diakhir pengarungan aku menapat kesempatan meleawati jeram terakhir. Sayang sekali kurang bisa melwati dengan baik, perahu pun nyangkut nyangkut. Bahkan sempat terjatuh. Pengarungan pun selesai. Walaupun untuk skill skipper sudah lumayan, namun Pengarungan kali ini kurang kompak dan semangat, terlihat pada dayungannya. Waktu memunjukan pukul 12.30.
 Perahu diangkat dan dibersihkan, dilipat dan dibawa dengan mobil menuju Kedung Celeng. Diperjalanan kami mengembalikan dayung Kaling Kalih yang kami pinjam. Setelah itu ambil tas dan bawaan serta motor. Edi dan Saad bawa motor. Yang lain menggunakan mobil menuju Terminal. Di terminal mandi dan packing perlampung. Tak lama kemudia kami pulang menuju Semarang. Bus berangkat sekitar pukul 2 Siang. Diperjalanan abnyak pendaki yang baru turun dari Gunung memperingati 17 Agustus. Kami juga memperingati dengan cara berbeda. Sampai Sukun pas Magrib.
 Semua alat kami cuci dan akhirnya evaluasi selesai pukul 10 malam.

02 August 2015

Karena Kita Bisa, Maka Lakukan

Hari ini aku mengerti suatu hal. Tentang sesuatu yang sering aku dengar. “Bacalah”, Itu bukan hal yang asing bagi manusia di seluruh dunia. Bahkan Firman Allah yang pertama turun pada Muhammad berbunyi demikian. “Bacalah”,  kata tersebut tidak asing ditelinga, namun selama ini aku merasa belum bisa mempraktekkannya. Mainset(Pikiran)-ku ketika mendengar/membaca kata itu adalah membaca Al-Qur’an, Buku Buku, Artikel, Koran, kejadian kejadian di Dunia, kebesaran Tuhan, Lingkungan, atau Orang lain.

“Bacalah”, hari ini aku menyadari hal baru. Yang intinya adalah Manusia tidak sempurna, banyak kekurangan dan sering lupa. Untunglah kita punya akal, sehingga kita bisa mengembangkan bahasa dan tulisan. Sebelumnya aku menganggap terlalu banyak hal yang harus dibaca sehingga aku melupakan satu hal, BACALAH DIRI SENDIRI. Dengan tulisan dan bahasa kita bisa menuliskan berbagai kejadian apa saja yang telah kita alami. Dengan tulisan dan bahasa kita menuliskan apa yang harus kita lakukan nanti atau besok atau lusa atau bahkan sepuluh tahun yang akan datang.

Baru kemarin aku membuka Buku Komunikasi Paskibraka Kota Yogyakarta 2011. Ternyata dengan membaca kejadian kejadian masa lalu kita bisa belajar banyak hal. Mulai dari perkembangan penulisan kita, emosional kita, memori memori masa lalu, membuka hati kita, menertawakan kekonyolan dan masih banyak lagi, itu baru pada satu hal sederhana yang aku tulis secara rutin. Bagaimana jika hari dari sekarang sampai kita tua tertuliskan? Sungguh akan menjadi sumber referensi bagi kita agar kita tidak masuk lubang yang sama.


Kesimpulannya, membaca adalah hal sederhana. Tidak harus kita mencari buku buku karangan orang hebat. Cukup tuliskan apa yang kamu alami hari ini. Dan seterusnya. Jadikan itu warisan paling berharga pada orang orang disekitarmu.

26 July 2015

Paddle Merah Jambu dan Serayu

Sungai Serayu atau dulu juga disebut Ci Serayu membentang sejauh 181 Km. Berhulu di Lereng Gunung Prahu wilayah Dieng dengan melewati 5 Kabupaten (Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap). Mata Airnya dikenal dengan Tuk Bima Lukar. Sungai ini dimanfaatkan sebagai Waduk, Pengairan, PLTA, Arung Jeram dsb. Yak, sekilas tentang Sungai yang kami arungi.

12 Juli 2015, Sebelum sahur di Sekret kami sudah persiapan alat yang akan dibawa (Perahu Hipalon Westpoint, Dayung, Pelampung Boogie dan Biawak, Cover, Webbing, Carrabiner NS, Throwbag, Drybag, Tackle Bag, Medical Kit, Oxycan, Pakaian Ganti dan yang jangan sampai ketinggalan, Pompa.) Kebetulan malam ini ada Tamu Mas @ramdhani_irfan Pengarang Buku Tabah Sampai Akhir), Mas Aji Mapagama serta Mas Haris. Mas Irfan dan Mas Aji sahur bersama kami dan setelah itu bersama Saya dan @alfitriyanto1 langsung menuju Terminal Bayangan Sukun sambil membawa semua peralatan selain perahu. Disusul setelah itu @suryaangkasa dan Ilyas membawa perahu. Setelah semua berkumpul kami berangkat pukul 7 pagi. Perjalan dengan bus kami manfaatkan untuk istirahat. Sekitar pukul 10.30 kami Sampai di Terminal Sawangan dengan biaya 200rb (edisi lebaran).

Cuaca sangat cerah, terik matahari semakin membakar semangat kami. Portagging kami lakukan menuju Jembatan Tunggara, Kec Sigaluh, Kab Banjarnegara. Akhirnya... untuk kedua kalinya aku dan Aang kembali ketempat ini. Waktunya persiapan!! 1) Ceklist, 2) Ganti pakaian, 3) Packing, 4) Genjot Pompa, 5) Angkat lagi, 6) Finally, Berdoa Dulu! Wapeala Wapeala Wapeala !!!

Tetap puasa. Setelah perahu sudah di air, artinya semua resiko harus kami terima.

Westpoint kembali merasakan dinginnya Serayu.


[bersambung]...

27 April 2015

Bebek Adus Kali


Sabtu malam briefing perjalanan di PKM. Pembahasan mengenai teknis perjalanan dan pembagian Jobdesk. Awalnya hanya ada 5, aku, Edi, Mas Pillow & Saad. Namun malamnya nambah lagi DJ dan Dhila. Setelah briefing Saad yang baru pertama turun Sungai ini latihan dayung kering dahulu. Kami pun istirahat di PKM kecuali Soki dan Mas Pillow.
Pagi jam 2 seperti kesepakatan, Soki tidak juga turun. Jam 3 barulah aku terbangun, tratap!. Langsung aku bangunkan yang lain. Aku langsung menuju Gudang untuk mempersiapkan alat yang akan dibawa. Waktu sudah molor dan Soki juga belum datang juga. Setelah Subuh, Saad dan Mas Pillow memawa perahu ke Java Mall. Namun sampai sana tak ada angkutan, dan nekadnya Perahu dibawa naik tanjakan Gombel sampai Sukun.
Waktu menunjukan pukul 5.30, Aku bersama Edi bertugas mencari keberadaan Soki. Di kos dan di Kos Kharis, tapi hasilnya Nihil. Usut kena usut, ternyata dia tertidur sampai jam 10 di Kosnya Rijzal. DJ dan Dhila bertugas membawa beberapa perlengkapan menuju Terminal Bayangan Sukun. Kami bertemu lagi di Sukun dan berangkatlah kami pukul 06.00
Perjalanan motor aku habiskan setengahnya untuk membunuh rasa kantuk(ngomong ra penting). Tak lama pun kami sampai diTerminal Tidar. Yaitu pukul 8 kurang. Sambil menunggu tim bus (Edi dan DJ), Saad dan Dhila membeli konsumsi nasi rames bungkus. Setelah tim bus sampai, perkap langsung kami oper dengan mini bus menuju Jembatan Blondo dengan membayar 9rb (3.000 @ orang dan peralatan dihitung 1 orang). Namun sesampai tempat kami mendapat beberapa hambatan mengenai lokasi Start. Akhirnya kami berpindah tempat ke tempat yang biasa unutk start pengarungan.
Peregangan dulu.
Sampai sana kami sarapan dulu. Baru setelah itu memompa perahu dan pinjam dayung tambahan dari operator - dayung kami hanya 5 yang normal waktu itu. Selain itu ada juga yang ganti pakaian dan packing peralatan. Pemanasan pun tak lupa kami lakukan, standar pengarungan ini. Hampir terjadi kehilangan dayung kemarin, karena dayung yang kami letakkan ditukar dengan pengunjung dengan dayung operator. Hampir saja.
Portaggig dulu. 
Pengarungan pun dimulai dengan berdoa dan tos dayung.
Setelah jeram pertama kami semakin semangat karena air yang lumayan besar dibanding terkhir kami kesana. Hanya berjarak dua jeram, kami sampai di jeram Kedung Celeng. Waktunya mandi. Aku pertama menconthkan bagaimana renang jeram di jeram. Karena DJ, Saad dan Dhila baru kali pertama adus kali. Dari mereka bertiga belum ada yang benar benar lancar. Setelah itu mereka diajari naik perahu. Lumayan lama mereka didalam air, entah betah atau nggak bisa naik. Haha. Disana hampir kami kehilangan kamera, untung mas Pillow ingat rokoknya, jadi dia teringat juga kameranya yang dikresek itu. Terlambat satu jeram saja sudah susah mengambilnya.
Setelah puas naik turun perahu. Pengarunga kami lanjutkan. Disini Edi jatuh, tapi tak tertangkap kamera.



Karena debit yang besar, Jeram Kriting pun terlewati dengan lancar.

Hah, waktunya istirahat istirahat. Disini dijual banyak degan dan kami juga bertemu Mapala FIB UTY (Green Palm). Setelah ishoma, kami melanjutkan pengarungan. Perjalanan selanjutnya lumayan banyak flat-nya. Malah sempat main main dengan operator lain.
Yeah!
Akhirnya Finish. Kami pun menyewa angkot untuk kembali ke Start Point untuk packing. Disana kami bertemu Mas Ujang Mahapala. Ternyata mereka dari Sabtu Kemarin Ngarung Progo Hulu-Atas-Bawah dan Elo dengan 2 Perahu dan 1 Inflatable Kayak. Seusai mandi dan packing kami menuju Terminal Tidar. Kali ini tim busnya Aku dan Edi. Jam 5 Kami berangkat dari Terminal.
Jam 8 kami sampai Sukun dan Seanjutnya menuju PKM dengan motor dan nyuci alat. Hasil itung itungan pengeluaran bensin, makan, jajan, bus dan lain-lain, hasilnya adalah 48rb per-burung. Setelah Evaluasi, kami istirahat.

17 March 2015

Thekelan [Part 1]

Terlihat (dari kiri) G. Sumbing, G. Sindoro, G. Andong, G. Telomoyo, G. Ungaran. Foto by Joko. Diambil dari atas desa Thekelan. With Gopro HD 2.
Setelah bulan lalu bertamu ke rumah mbah Wongso, kami bertamu lagi di sana. Namun dengan acara yang berbeda dengan kemarin. Kali ini ada Pemantapan Organisasi untuk Masa Bhakti Wapeala. Tapi bukan kegiatannya yang akan saya ceritakan di posting ini.

Desa Thekelan merupakan salah satu dari jalur pendakian di Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Lewat jalur ini pula bisa mendapat pemandangan luar biasa Gunung Merbabu.

Wapeala UNDIP
Bagi Wapeala sendiri desa Thekelan mempunyai sangat banyak cerita. Dari mulai awal pembukaan jalur pendakian samapai saat ini. Walaupun tidak bisa saya ceritakan semua secara lengkap dan mendetail, akan saya ceritakan sekilas tentang desa ini. Awalnya desa Thekelan merupakan Desa biasa di lereng Gunung Merbabu. Hingga saat 7 orang dari Wapeala (mahasiswa Pencinta Alam) UNDIP membuka jalur di hutan Gunung Merbabu melewati Desa Thekelan. Sejak saat itu Wapeala sering berkegiatan disana. Dari Rapat Kerja Pengurus Harian, Pengenalan AD/ART, Napak Tilas Xpdc Ndugu-Ndugu, penanaman pohon, Bhakti sosial, hingga Reuni Akbar. Masih banyak lagi kegiatan Wapeala disana.
Dari pertama Wapeala membuka jalur, baru mulai tahun 1993 ada pengelolaan jalur pendakian.... 
Berlanjut