29 November 2015

Simulasi Pengenalan Medan Calon Masa Bhakti Wapeala UNDIP Lapis 32


Sabtu 28 November 2015
Simulasi iini adalah pembelajaran bagi CMB sekaligus Anggota Biasa Wapeala dalam menyiapkan Pengenalan Medan minggu depan. Bagi kami anggota biasa, penerimaan anggota menjadi suatu rangkaian kegiatan yang istimewa. Karena kami bertemu wajah wajah segar Wapeala yang siap untuk bergabung dalam keluarga besar Wapeala UNDIP. Wapeala UNDIP tercinta. Kembali ke simulasi, jadi pada hari Sabtu ini kami melakukan simulasi pertama dengan membimbing dan mengarahkan CMB unutk dapat mempraktekkan materi yang disampaikan. 4 aspek utama pencinta alam, yaitu Survival, Navigasi Darat, mounteneering serta MFR.
Menjadi bagian dari proses adik adik lapis 32 merupakan keasyikan tersendiri bagi kami yang aktif pada proker-proker non penerimaan anggota pada periode ini. Bukan hanya memberi semangat baru bagi kami namun juga membuat kami bahagia. Hal itu yang sulit kami dapatkan pada proker-proker sebelumnya.
Setelah semua materi tersampaikan, tak lupa kami  mengevaluasi jalannya kegiatan agar besok pada simulasi kedua tidak ada lagi kebingunan. Itulah yang kami harapkan, memiliki adik adik yang lebih pintar dari kami. Tak asal sekedar lebih pintar, namun kepintaran itu muncul karena kepercayaan mereka terhadap kami yang tulus mem berikan ilmu kami kepada adik-adik kami.

Minggu 29 November 2015
Melanjutkan simulasi sebelumnya, hari ini ibarat ujian final bagi CMB. Setelah melewati pemeriksaan, olahraga, 4 materi dasar serta simulasi pertama, CMB diminta mepaktekkannya dalam perjalanan pendek dalam sebuah tim yang dikoordinasi oleh satu orang. Mereka diberikan 3 titik dan tiga studi kasus yang harus mereka temukan dan pecahkan solusinya. Bukan hal yang terlalu mudah dan bukan juga hal yang terlalu sulit.
Dalam simulasi ini, mereka dibagi dalam 5 kelompok kecil yang masing masing bernama, Beruang madu, Bekantan, Pesut mahakam, Pacet serta Komodo. Masing kelompok didampingi anggota yang hanya mengikuti mereka saja. Dengan strategi mereka masing-masing, satu per satu pos dilewati. Hampir semua kelompok menyelesaikan, ada juga yang masih sering nyasar-nyasar. 
Korban tidak sadarkan diri.

Simulasi kedua ini lebih cepat dari yang pertama, semua CMB memilii peran masing-masing dikelompoknya. Setelah evaluasi banyak sekali cerita-cerita unik yang bisa membuat kita tertawa dan menyadari kesalahan-kesalahan kami. Diakhir evaluasi diumumkan nominasi terbaik. Untuk Pos 1 dimenangkan oleh Kelompok Pesut, Pos 2 dimenangkan oleh kelompok Pacet, Pos 3 dimenangkan kelompok  Bekantan, serta di bidang navigasi dimenagkan oleh kelompok Bekantan lagi.
Begitulah cerita singkat saya selaku bagian dari langkah Wapeala UNDIP.   

21 November 2015

Pernyataan Sikap Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia

Berdasarkan permasalahan lingkungan yang terjadi diberbagai wilayah Indonesia, maka kami sebagai mahasiswa pencinta alam (MAPALA) tingkat perguruan tinggi se-Indonesia, dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut :
  1. Menolak segala bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia.
  2. Menolak segala bentuk pencemaranterhadap udara, air dan tanah.
  3. Menolak alih fungsi hutan yang berdampak pada kerusakan lingkungan.
  4. Menolak pengrusakan hutan.
  5. Menolak eksploitasi terhadap jenis flora dan fauna dilindungi.
  6. Menolak segala bentuk aktivitas yang merusak kawasan karst.
  7. Menolak segala bentuk perusakan daerah pesisir.
Demikian pernyataan sikap yang kami buat atas dasar Musyawarah Mufakat Temu Wicara - TWKM XXVI Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia di Provinsi Lampung. (Desember 2014)


Dikutip dari :
KEPUTUSAN TEMU WICARA
TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN (TWKM) XXVI
MAHASISWA PENCINTA ALAM TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA
Nomor : 014/KEP/SID.PLENO II/TWKM-XXVI/XII/2014

Akhirnya Aku Mengerti Arti Pentingya Persiapan

Menjadi Mapala merupakan suatu hal yang istimewa menurut sebagian orang. Namun menurutku menjadi Mapala lebih dari itu.
Wapeala UNDIP aku datangi dengan penuh semangat dengan berbagai kegiatan MABA Teknik D3 Elektro yang cukup padat. Semester awal adalah masa orientasi dengan kampus ini. Kuikuti latihan basket 2x seminggu setiap malam waktu itu. Dan sorenya olahraga cmb Wapeala lapis 31 3x seminggu. Tak jarang setelah larut malam aku datangi sekretariat Wapeala di Pleburan (waktu itu) untuk menyusul materi atau hanya sekedar berkumpul dengan sesama cmb.
Melewati beberapa proses yang panjang dan hanya satu peganganku waktu itu, jadwal kegiatan. Memasuki BTKK Diving (sistem penerimaan lapis 30), kesibukan kampus tak terelakkan. Sebisa mungkin aku ikuti semua materi dan simulasi hingga cap "cah wapeala" mulai melekat didiriku, teman kuliah semua mulai mengikuti label tersebut. Aku hanya berpikir itu sebuah kebanggaan. Namun, kenyataan bahwa persiapan adalah segalanya baru aku rasakan setelah itu. Aku yang hanya mengikuti simulasi satu kali, materi satu kali dan renang gaya katak seadanya (waktu itu masih ada toleransi untuk berangkat ke lapangan) merasa sangat kewalahan ketika dilapangan. Badan serasa sangat sulit menyesuaikan diri. Disitulah aku mulai merasakan pentingnya olahraga (persiapan fisik) dan persiapan materi.

Itulah mengapa kita harus selalu menekankan safety procedure.

Menyapa Negeriku



PENDAPAT DAN IMPIANMU TENTANG PENDIDIKAN INDONESIA :
RAPBN Kemendikbud anggaran tahun 2015 bukanlah jumlah yang sedikit. Tahun 2015 ini anggaran unutk pendidikan mencapai 52 Triliun. Sayangnya masih banyak daerah di negeri ini yang belum mengenyam pendidikan dengan pantas. Pendidikan masih belum merata di semua daerah. Terutama daerah-daerah yang sulit dicapai dengan transportasi darat. Sebagai contoh di daerah Ugimba kabupaten Intan Jaya yang dihuni sekitar 1600 jiwa, masih belum terdapat sekolah dasar yang memadai.
Di Tahun 2015 ini pendidikan merupakan kebutuhan primer. Baik itu pendidikan formal maupun nonformal. Namun tak jarang orang tua yang kurang menyadari hal tersebut. Hal ini terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia. Bahkan di kota besar sekalipun. Sebagai kebutuhan pokok, sudah selayaknya pendidikan menjadi prioritas utama. Pendidikan hanya sebagai pelengkap ijazah saja. Jadi, masyarakat Indonesia masih kurang sadar pendidikan.
                “Tuntutlah ilmudari buaian  sampai ke liang lahat”, Kata Rosulullah. Pendidikan tidak hanya hanya pendidikan formal (TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan Perguruan Tinggi), melainkan ada juga pendidikan non formal (Kursus, Training, dll), pendidikan karakter, pendidikan sosial/bermasyarakat, pendidikan keluarga, pendidikan agama, dan lain sebagainya. Namun kondisi sekarang malah merujuk pada status jenjang pendidikan saja.
                Orang Indonesia bukanlah orang bodoh. Terbukti dengan prestasi-prestasi Olimpiade Sains Internasional yang selalu dipegang oleh saudara-saudara kita. Namun ketika usai pendidikan, banyak dari prang Indonesia yang keluar negeri. Hal itu dikarenakan Indonesia belum bisa memfasilitasi pengembangan bidang keilmuan.
Melihat semua warga negara Indonesia mengenyam pendidikan yang layak, tanpa deskriminasi, dan merata adalah harapanku dari dulu. Suatu saat nanti rakyat Indonesia harus haus akan ilmu dan pendidikan di Indoensia juga harus mendukung hal tersebut. Sebagai makhluk ciptaan-Nya, kita tidak bisa lepas oleh makhluk lainnya. Seperti flora, fauna, hutan, sungai, danau, laut dan semua isi alam ini. Indonesia harus pintar, tetapi tidak untuk disalahgunakan. Oleh karena itu perlu konsep baru dalam pendidikan, yaitu pendidikan berbasis alam. Satu hal lagi harapan saya adalah melihat pendidikan di Indoensia tidak hanya teori saja, diimbangi penelitian dan praktek. Agar semakin banyak Habibi-Habibi muda di Indonesia ini.
JIKA KAMU TERPILIH INPIRASI APA YANG AKAN KAMU BAGIKAN :
Di Universitas saya tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam. Di sini saya belajar banyak dari lingkungan, alam dan manusiannya. Oleh karena itu saya ingin berbagi cerita-cerita saya tentang hal tersebut. Beberapa yang  saya dapatkan dan ingin saya bagikan di saudara-saudara saya di daerah adalah budaya membaca, budaya menulis, dan budaya peduli lingkungan.
CERITAKAN SINGKAT TENTANG PENGALAMAN ANDA MENGUNJUNGI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA :
Saya terlahir di desa Krakitan Klaten. Disana banyak masyarakat yang membatik, bercocok tanam, berdagang dan tak sedikit juga yang merantau di Jakarta. Setiap moment lebaran menjadi kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Semua orang mempersiapkan lebaran. Semua orang berkumpul. Banyak pejabat-pejabat dari kota-kota besar yang pulang ke kampung halaman kecil ini. Rawa di sana menjadi hiburan tersendiri bagi warga. Desa itu telah mengenyam pendidikan Islam dan baca tulis islam dari sebelum mengenal tulisan alfabet. Pendidikan disana dilakukan di rumah kakekku setiap sore hari. Mulai dari mengaji, membaca, membatik sampai berbagai hal lain. Sebagai hasilnya banyak warga yang telah hidup mapan sekarang.
Ketika saya mendaki gunung, menyusur sungai, memasuki goa, memanjat tebing atau menyelam pasti melewati sebuah desa terakhir. Hampir setiap desa yang saya lalui masih banyak yang berumah kayu. Disana pun jauh dari sekolah. Akses menuju kesana juga terkadang susah. Dari segi pendidikan dan ekonomi masih relatif kurang. Sangat terasa sekali keihklasan mereka menerima tamu dari mahasiswa. Pernah beberapa kali mengadakan pengabdian disana.
Sewaktu Mahasiswa Baru, saya juga ikut serta dalam Bhakti Sosial di Desa Sangup, lereng Gunung Merapi. Kami mengadakan hiburan rakyat, pemasangan lampu jalan, pakaian murah, seminar, mengajar siswa SD, dan pembagian sembako. Masyarakat disana menerima kehadiran kami dengan hangat.

05 November 2015

Menanamkan Sadar Pendidikan

Sebagai Mahasiswa yang mengenyam pendidikan tinggi, memahami arti sebuah pendidikan merupakan sesuatu yang sudah megalir dalam diri kami. Belajar dan menerapkan ilmunya di "mini dunia kerja" menjadi salah satu dari proses kami menjadi penerus bangsa ini. Tidak bisa tidak, disini kami belajar dan berorganisasi. Manajemen orang dari tingkat terendah hingga bahkan antar negara. Itulah yang kami rasakan ketika menjadi bagian dari proses kemajuan bangsa ini sebagai mahasiswa. Diluar sana tidak semua bisa seberuntung kami.

Salah satu kewajiban moril kami yaitu menanamkan pentingnya pendidikan pada warga negara ini. Setelah memahami pentingnya pendidikan harapan kami adalah semakin banyak yang selalu ingin belajar dan terlibat dalam memutar roda Indonesia. Kami hanyalah sebagian kecil dari bangsa besar ini. Tidak bisa dipungkiri kami membutuhkan semakin banyak orang untuk bisa memajukan Indonesia ini.

Kemajuan yang mengarah pada Mentalitas yang kuat, Karakter yang mandiri, Inovatif dan Kreatif. Percuma mengenyam pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi namun tidak memiliki itu semua.

Mewujudkan itu semua kami mahasiswa aktivis Universitas selalu mengupayakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain menjadi bekal kami di dunia kerja sesungguhnya, juga meningkatkan kehidupan masyarakat yang lebih mapan.

23 August 2015

Rescue Ayam


Jumat, 14 Agustus 2015
Setelah selesai Packing pakaian dan peralatan yang akan dibawa aku langsung eluncur menuju ke PKM Joglo. Di tengah perjalanan mata terasa sangat berat. Walhasil, di jalan sebelum Taman Diponegoro aku jatuh. Criiitt... GUBRAK!. Waktu menunjukan pukul 11.35. Setelah Jumatan aku menuju ke PKM dijemput Srikandi Srikandi Wapeala.
Sampai PKM sebagian konsumsi dan peralatan telah dipacking. Namun karena beberapa hal Packingnya selesai jam 5 sore lebih. Semua barang dibwa menggunkan motor menuju Sukun. Tidak ada yang tertinggal, kami sampai Sukun sekitar pukul 6 sore. Semua armada bus Semarang – Magelang telah berangkat. Akhirnya kami putuskan untuk menunggu besok pagi jam 2. Setelah tawar menawar akhirnya kami mendapat carteran Daihatsu sampai lokasi seharga 300 ribu rupiah. Waktu menunjukan pukul 10 malam tepat. Aenun, Dewi, DJ, Rima dan Aku naik angkot. Saad dan Edy pakai motor.
Sampai sana kami meminta izin kepada kepala RW 10, Pak Zen. Beliau memperbolehkan tapi harus menghubungi kepalah RW 11 dahulu. Karena sudah terlalu malam, kami langsung menuju lokasi Camp di Pinggir Jeram Kedung Celeng.
Semua barang ditaruh digubuk dan langsung mendirikan Camp.
Evaluasi : Saat persiapan jangan disambi gojekan.
Sabtu, 15 Agustus 2015
 Pagi hari bangun dan Subuh. Setelah itu aku mengambil air karena yang lain belum bangun. Baru setelah itu yang lain bangun dan menyiapkan sarapan. Aku dan Saad pinjam 3 dayung di Kaling Kalih sekaligus Izin ke Pak RW. Edy dan yang lain meyiapkan air dan sarapan.
Selesai sarapan aku kami pemanasan dan lari sebelum turun ke Sungai. Karena kesiangan, materi pun juga molor. Materi pagi ini adalah membaca Sungai. Setelah itu Renang Jeram sekaligus Renang Aktif. Aenun pertama, namun masih belum lancar dan harus mengulang. Setelah itu Edy, Rima, Saad, DJ, dan Dewi. Semua harus mengulang kecuali Edy dan Saad. Setelah mengulang Aenun belum juga lancar, jadi harus mengulang lagi. DJ yang awalnya sudah baik malah menjadi kurang lancar untuk yang kedua. DJ sedikit cidera di kaki karena salah posisi di Jeram.
Waktu tersisa 1 jam sebelum istirahat, semua dimaksimalkan untuk Upstream. Setelah itu istirahat. Usai istirahat latihan self rescue naik perahu terbalik dan mendayung posisi perahu terbalik. Juga bolak balik perahu. Latihan hari ini ditutup dengan latihan Skipper dan Upstream.
 Latihan selesai jam setengah 5, molor 1 jam. Setelah latihan kami mandi dan menyiapkan makan malam. Usai makan malam Evaluasi. Setelah itu tidur.
 Evaluasi :
Bangun Kesiangan
Istirahat dan pergantian Sholat terlalu lama
Minggu, 16 Agustus 2015
Hari ini ada yang berbeda dari hari sebelumnya. Karena ada Mbak Dian dan Teteh yang menyusul ke Camp. Nggak Cuma nyusul tapi juga bawa makanan. Hahaha. Lagi lagi kami kesiangan. Setelah hampir selesai masak Mbak Dian dan Teteh sampai di Camp.
Tak lama setelah itu kami sarapan dan langsung bersiap di tepi Sungai. Usai pemanasan kami me-rescue ayam yang terjebak di Eddies. Ada sebanyak 4 bangkai busuk ayam disana. 3 dihanyutkan 1 dibuang ditepi jauh sungai. Misi Rescue selesai, lanjut ke materi utama.
Materi pertama hari ini adalah Renang Jeram dan Rescue. Ditengah renang jeram, ada perahu operator yang terangkut dan penumpang terjebak ditengah jeram. Cukup memakan waktu untuk membantu mereka. Setelah itu dilanjutkan renang jeram. Setelah itu rescue. Rescue disini rescue swimmer tidak sadarkan diri. Semua cukup lancar hanya 2 saja yang terbawa arus. Setelah usai, kami latihan Upstream lagi sampai semua merata.
Sekarang waktunya istirahat. Waktu istirahat kali ini ada yang spesial karena Mbak Dian bawa kue Tart Ulang Tahunnya Aenun. Usai makan makan kami Sholat dan Mkan siang. Sebelum mengarung, kami latihan team rescue dengan meleai jeram posisi perahu terbalik.
Karena lancar, kami lanjutkan perjalanan menuju jeram kriting. Aku sebagai skipper pertama. Selanjutnya bergantian. Sebelum melewati jeram kriting. Kami Scouting darat tanpa tim rescue. Setelah menentukan jalur, kami kembali ke Sungai dan melewati jeram dengan lancar, hanya saja sedikit terhambat oleh pillow pillow dan stopper kecil. Tak lam kemudian kami sampai jeram istirahat. Edy, Saad, Dj, dan Rima diturunkan sebelum jeram istirahat. Meraka harus renang jeram melewati jeram istirahat. Satu persatu melewati dengan lancar, dari Edy, DJ, Rima dan terakhir Saad. Tak ada yang perlu direscue.
Di lokasi istirahat, makan siang serta foto foto. ditraktir degan juga dari Aenun. Ahahaha. Tak banyak istirahat kami langsung melanjutkan perjalanan munuju Finish. Baru satu jeram pun belum usai kami nyangkut di stopper besar yang membelah mainstream. Perahu meleot hampir terbalik, aku dan Dewi naik keatas batu. Aenun jatuh, saat jatuh narik Saad, Saad nyangkut di perahu beberapa detik kepalanya tenggelam. Melihat itu Edy langsung njeburin Saad. DJ jatuh dan hampir terjepit, untung perahu langsung memutar dan melewati Stopper. Aku dan Dewi berenang ketepi. Setelah itu kami evaluasi sebentar. Setelah evaluasi Skipper tetap Aenun dan kami melanjutkan pengarungan. Setelah itu kesempatan DJ menjajal posisi Skipper di Sungai sebenarnya. Hampir sampai Bottle Neck Edy jadi Skipper sampai Finish. Di Finish Teteh dan Mbak Dian sudah menunggu. Karena airnya sedang surut, perahu terhambat di jeram terakhir.
Cukup lama menunggu mobil untuk kembali ke Start. Sampai sekitar 45 menitan. Setelah itu perahu dibawa sampai ke Start Point. Kondisi di Start Point sudah gelap jadi kami mengandalkan senter untuk manuver. Hanya 4 jeram yang kita lalui termasuk Kedung Celeng, setealh itu menepi dan aktivitas camp sekitar pukul 7 malam. Cewe cewe mandi di Masjid, aku dan Edy bilas di Sungai. Makan, evaluasi dan tidur. Makan malam ini pun sedikit sekali menunya. Karena beras dan spritus menipis.
Senin, 17 Agustus 2015
Hari ini hari terakhir training Rafting. Sesuai kesepakatan kami bangun jam setengah 5, namun kenyataanya molor. Sehingga banyak waktu yang terbuang. Kami segera bagi tugas, ada yang packing peralatan ada yang masak ada yang mepersiapkan tungku. Menu makanan pagi ini adalah penghabisan menu kemaren yang tidak termasak. Dengan spritus seadanya dibantu dengan tungku kayu akhirnya jadilah Nasi, Tempe goreng, Telur Dadar Tepung, Sambel Goreng, Tempe Oseng sertaTumis Brokoli. Nasi yang tinggal sedikit menjadikan pagi ini sarapannya lauk nasi. Sarapannya semakin meraih dengan makan bersama diatas daun pisang. Usai makan langsung cuci alat masak, dan packing alat masak. Semua alat dan tas yang tidak dibawa kami titipkan di Warga.
Perahu kami bawa turun dan pemasanan dahulu di pinggir Sungai. Usai pemanasan sekitar pukul 9 Pagi. Jam 9 kami pemanasan dayungan dan refresh materi Skipper terutama untuk Rima dan DJ. Seperti biasa, memutari flat serta Upstream dan Ferrying. Sebelum mengarung mereka harus melakukan Latihan Team Rescue. Kali ini aku hanya mengawasi. Hasilnya pun kurang lancar. Awalnya para swimmer terbawa mendahului perahu, kedua skipper tidak langsung mengarahkan perahu, ketiga Perahu nyangkut di jeram, Keempat DJ terjatuh, Kelima Swimmer terbawa arus sehingga melewati batas. Setelah evaluasi singkat, kami melanjutkan pengarungan.
Sekitar pukul 10 Pegarungan di mulai. Pengarungan ini diawali dengan mount gopro yang lepas. Menyesal juga karena kurang hati hati. Di Pengarungan ini juga aku membawa GPS untuk men-track jalur serta jeram (titik mula jeram hingga akhir jeram, gunanya untuk menentukan elevasi/kemiringan jeram). Pada pengarungan ini kaptennya adalah Saad. Sebagai kapten pengarungan kali ini dia berhak memnetukan skipper dan posisi pendayung. Pangarungan ini pun aku hanya menumpang duduk saja, kesempatan bagi yang lain untuk saling belajar. Di awal, pengarungannya lancar hingga jeram istirahat. Sampai jeram istirahat kami masih belum terlalu lelah, akhirnya kami putuskan melanjutkan perjalanan. Satu satu mecoba menjadi pendayung depan, mencicipi posisi kanan dan kiri, maupun sebagai skipper. Diakhir pengarungan aku menapat kesempatan meleawati jeram terakhir. Sayang sekali kurang bisa melwati dengan baik, perahu pun nyangkut nyangkut. Bahkan sempat terjatuh. Pengarungan pun selesai. Walaupun untuk skill skipper sudah lumayan, namun Pengarungan kali ini kurang kompak dan semangat, terlihat pada dayungannya. Waktu memunjukan pukul 12.30.
 Perahu diangkat dan dibersihkan, dilipat dan dibawa dengan mobil menuju Kedung Celeng. Diperjalanan kami mengembalikan dayung Kaling Kalih yang kami pinjam. Setelah itu ambil tas dan bawaan serta motor. Edi dan Saad bawa motor. Yang lain menggunakan mobil menuju Terminal. Di terminal mandi dan packing perlampung. Tak lama kemudia kami pulang menuju Semarang. Bus berangkat sekitar pukul 2 Siang. Diperjalanan abnyak pendaki yang baru turun dari Gunung memperingati 17 Agustus. Kami juga memperingati dengan cara berbeda. Sampai Sukun pas Magrib.
 Semua alat kami cuci dan akhirnya evaluasi selesai pukul 10 malam.

02 August 2015

Karena Kita Bisa, Maka Lakukan

Hari ini aku mengerti suatu hal. Tentang sesuatu yang sering aku dengar. “Bacalah”, Itu bukan hal yang asing bagi manusia di seluruh dunia. Bahkan Firman Allah yang pertama turun pada Muhammad berbunyi demikian. “Bacalah”,  kata tersebut tidak asing ditelinga, namun selama ini aku merasa belum bisa mempraktekkannya. Mainset(Pikiran)-ku ketika mendengar/membaca kata itu adalah membaca Al-Qur’an, Buku Buku, Artikel, Koran, kejadian kejadian di Dunia, kebesaran Tuhan, Lingkungan, atau Orang lain.

“Bacalah”, hari ini aku menyadari hal baru. Yang intinya adalah Manusia tidak sempurna, banyak kekurangan dan sering lupa. Untunglah kita punya akal, sehingga kita bisa mengembangkan bahasa dan tulisan. Sebelumnya aku menganggap terlalu banyak hal yang harus dibaca sehingga aku melupakan satu hal, BACALAH DIRI SENDIRI. Dengan tulisan dan bahasa kita bisa menuliskan berbagai kejadian apa saja yang telah kita alami. Dengan tulisan dan bahasa kita menuliskan apa yang harus kita lakukan nanti atau besok atau lusa atau bahkan sepuluh tahun yang akan datang.

Baru kemarin aku membuka Buku Komunikasi Paskibraka Kota Yogyakarta 2011. Ternyata dengan membaca kejadian kejadian masa lalu kita bisa belajar banyak hal. Mulai dari perkembangan penulisan kita, emosional kita, memori memori masa lalu, membuka hati kita, menertawakan kekonyolan dan masih banyak lagi, itu baru pada satu hal sederhana yang aku tulis secara rutin. Bagaimana jika hari dari sekarang sampai kita tua tertuliskan? Sungguh akan menjadi sumber referensi bagi kita agar kita tidak masuk lubang yang sama.


Kesimpulannya, membaca adalah hal sederhana. Tidak harus kita mencari buku buku karangan orang hebat. Cukup tuliskan apa yang kamu alami hari ini. Dan seterusnya. Jadikan itu warisan paling berharga pada orang orang disekitarmu.

26 July 2015

Paddle Merah Jambu dan Serayu

Sungai Serayu atau dulu juga disebut Ci Serayu membentang sejauh 181 Km. Berhulu di Lereng Gunung Prahu wilayah Dieng dengan melewati 5 Kabupaten (Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap). Mata Airnya dikenal dengan Tuk Bima Lukar. Sungai ini dimanfaatkan sebagai Waduk, Pengairan, PLTA, Arung Jeram dsb. Yak, sekilas tentang Sungai yang kami arungi.

12 Juli 2015, Sebelum sahur di Sekret kami sudah persiapan alat yang akan dibawa (Perahu Hipalon Westpoint, Dayung, Pelampung Boogie dan Biawak, Cover, Webbing, Carrabiner NS, Throwbag, Drybag, Tackle Bag, Medical Kit, Oxycan, Pakaian Ganti dan yang jangan sampai ketinggalan, Pompa.) Kebetulan malam ini ada Tamu Mas @ramdhani_irfan Pengarang Buku Tabah Sampai Akhir), Mas Aji Mapagama serta Mas Haris. Mas Irfan dan Mas Aji sahur bersama kami dan setelah itu bersama Saya dan @alfitriyanto1 langsung menuju Terminal Bayangan Sukun sambil membawa semua peralatan selain perahu. Disusul setelah itu @suryaangkasa dan Ilyas membawa perahu. Setelah semua berkumpul kami berangkat pukul 7 pagi. Perjalan dengan bus kami manfaatkan untuk istirahat. Sekitar pukul 10.30 kami Sampai di Terminal Sawangan dengan biaya 200rb (edisi lebaran).

Cuaca sangat cerah, terik matahari semakin membakar semangat kami. Portagging kami lakukan menuju Jembatan Tunggara, Kec Sigaluh, Kab Banjarnegara. Akhirnya... untuk kedua kalinya aku dan Aang kembali ketempat ini. Waktunya persiapan!! 1) Ceklist, 2) Ganti pakaian, 3) Packing, 4) Genjot Pompa, 5) Angkat lagi, 6) Finally, Berdoa Dulu! Wapeala Wapeala Wapeala !!!

Tetap puasa. Setelah perahu sudah di air, artinya semua resiko harus kami terima.

Westpoint kembali merasakan dinginnya Serayu.


[bersambung]...